Biografi KH Hasyim Asy’ari: Asal, Silsilah, Pemikiran, hingga Perjuangan mendirikan Nahdlatul Ulama

Asal dan Silsilah KH Hasyim Asy’ari

Noeha19.com – Biografi KH Hasyim Asy’ari pendiri organisasi besar nahdlatul ulama. Beliau adalah salah satu ulama paling berpengaruh di Indonesia. Beliua juga KH Hasyim Asy’ari  merupakan pendiri dari Nahdatul Ulama, salah satu organisasi islam terbesar di Indonesia. juga merupakan Pahlawan Nasional Indonesia.

   KH Hasyim Asy’ari merupakan putra dari pasangan dua insan yang mulia yakni Kyai Asyari dan nyai Halimah, Ayah beliau Kyai Ashari yang merupakan seorang pemimpin pondok Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang, Beliau KH Hasyim Asy’ari dilahirkan pada tanggal 10 April 1875 atau menurut penanggalan (hijriyah) pada tanggal 24 Dzulqaidah 1287H di Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Beliau juga wafat pada tanggal 25 Juli 1947 dan kemudian dimakamkan di tempat pemakaman tebu ireng, jombang, jawa timur.

   Beliau KH Hasyim Asy’ari merupakan anak ketiga dari 11 bersaudara. Beliau kalo dilihat nasab Dari garis keturunan ibunya, KH Hasyim Asy’ari merupakan keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir (Sultan Pajang). dari Ayah dan Ibunya KH Hasyim Asy’ari mendapat pendidikan ala pesantren.

Sejarah singkat KH Hasyim Asy’ari 

  Hasyim Asy’ari Sejak anak-anak beliau tumbuh tidak seperti layaknya anak-anak pada umumnya, beliau memiliki bakat kepemimpinan dan kecerdasan sejak masa anak-anak, kemudian beliau banyak terlihat sekil bakat kepemimpinanya sejak itu. Dan di saksikan oleh teman-teman sepermainannya, beliau kerap tampil sebagai pemimpin.

  Pada saat beliau Dalam usia tiga belas  tahun, beliau  sudah membantu ayahnya mengajar ilmu ala pondok pesantren kepad santri-santri yang lebih besar ketimbang dirinya. Kemudian ketika beliau menginjak Usia 15 tahun Hasyim Asy’ari meninggalkan kedua orang tuanya, beliau KH Hasyim Asy’ari  berkelana memperdalam ilmu dari satu pesantren ke pesantren lain.

  Menjadi santri di Pesantren, yang pertama kali beliau singgahi adalah pesantren yang berada didaerah Wonokoyo, Probolinggo. Kemudian pindah ke Pesantren Langitan, Tuban. Pindah lagi Pesantren Trenggilis, Semarang, Belum puas dengan berbagai ilmu-ilmu  yang digalinya , beliu melanjutkan di Pesantren Kademangan, Bangkalan yang di asuh oleh  KH Cholil.

  Hasyim Asy’ari beliau juga masa mudanya belajar dasar-dasar agama dari ayah dan kakeknya, yakni Kyai Utsman yang juga  merupakan pemimpin Pesantren Nggedang di daerah Jombang. Maka Sejak usia 15 tahun, beliau berkelana menimba ilmu di berbagai pesantren-pesantren, antara lain Pesantren Wonokoyo di Probolinggo, Pesantren Langitan di Tuban, Pesantren Trenggilis di Semarang, Pesantren Kademangan di Bangkalan dan Pesantren Siwalan di Sidoarjo, Hasyim Asy’ari  pindah lagi dari Pesantren Siwalan, Sidoarjo. Di pesantren yang diasuh Kyai Ya’qub, Hasyim Asy’ari merasa benar-benar menemukan sumber Islam yang diinginkan ketika masa mendalami ilmu dibawah asuhan kyai ya’qub.

  Hasyim Asy’ari memiliki sosok guru Kyai Ya’qub yang dikenal sebagai ulama  ‘Arif juga ‘alim yang berpandangan luas dalam ilmu agama. Cukup lama kurang lebih lima tahun Hasyim Asy’ari menyerap ilmu di Pesantren Siwalan.

Baca Juga: Biografi Habib Al- idrous

  Selanjutnya Hasyim Asy’ari bukan saja mendapat ilmu dari kyai ya’qub, juga beliau mendapatkan istri. Beliau, yang baru berumur 21 tahun, dinikahkan dengan neng Chadidjah, yang merupakan salah satu puteri Kyai Ya’qub pengasuh pondok pesantren siwalan.

  Maka kemudian Tidak lama setelah beliau  menikah, Hasyim Asy’ari bersama istrinya berangkat ke Mekkah guna menunaikan ibadah haji. Tujuh bulan di sana beliau lalui berdua namun pada saat beliau kembali istri dan anaknya meninggalkan dunia yang fana ini. Kemudian pada Tahun 1893, beliau  berangkat lagi ke Tanah Suci. Sejak itulah beliau menetap di Mekkah selama 7 tahun berguru pada Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau, dan Syaikh Mahfudh At Tarmisi, kemudian Syaikh Ahmad Amin Al Aththar, dan Syaikh Ibrahim Arab, juga Syaikh Said Yamani, Syaikh Rahmaullah, Syaikh Sholeh Bafadlal, Sayyid Abbas Maliki, Sayyid Alwi bin Ahmad As Saqqaf, dan Sayyid Husein Al Habsyi semua merupakan guru-guru beliau yang sangat luar biasa.

Pemikiran KH Hasyim Asy’ari 

  Setelah selesai kurang lebihnya 7 tahun menimba ilmu di makkah kemudian beliau Mendirikan pondok Pesantren Tebuireng tepatnya pada Tahun 1899 beliau  pulang ke Tanah Air, KH Hasyim Asy’ari mengajar di pesanten yang  dimiliki oleh kakeknya, beliau Kyai Usman. Tak lama kemudian beliai KH Hasyim Asy’ari mendirikan Pesantren Tebuireng. KH Hasyim Asy’ari di tebuireng jombang sangat terkenal bukan saja Kyai semata, melainkan juga seorang petani dan pedagang yang sukses beliau mampu mengembangkan ekonomi.

  KH Hasyim Asy’ari  memiliki Tanah hingga puluhan hektar. Dua hari dalam seminggu, biasanya KH Hasyim Asy’ari istirahat tidak mengajar. Saat itulah KH Hasyim Asy’ari memeriksa (tilik sawah), Kadang juga KH Hasyim Asy’ari pergi Surabaya untuk menjual kuda,menjual hasil pertaniannya. Maka Dari bertani dan berdagang itulah, KH Hasyim Asy’ari menghidupi keluarga dan pesantrennya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top